Cerita Sukses Anak

Warni  Zebua dan keluarga

Warni dan Keluarga

“Saya tinggal di desa di Wea – wea kecamatan Sogaeadu kabupaten Nias. Terimakasih kami ucapakan kepada semua donator yang telah memperhatikan saya dan adik –adik saya yang mengalamai hambatan bicara dan pendengaran. Kami   hidup bersama   ibu… sedangkan bapak sudah meninggalkan kami beberapa tahun yang lalu. Kami di besarkan oleh ibu kami dengan penuh perjuangan.

Hidup kami sangat susah. Rumah kami terbuat dari papan, dan atap seng serta lantai tanah. Itupun sumbangan dari   sebuah organisasi. Kehidupan yang sangat sederhana ,tapi ibu tetap selalu setia memebesarkan kami dengan bekerja di sawah orang yang hasilnya bagi dengan pemilik sawah. Kami berterimakasih kepada Caritas Keuskupan Sibolga yang telah banyak membantu kami   dengan membuat kamar mandi yang sangat baik sehingga kami bisa mandi di dalam kamar mandi yang aman, Karena   kami   semua anak perempuan. Sebelumnya kami mandi di sumur sederhana yang di gali dengan dalamnya 90 cm untuk menampung air hujan sehingga kami bisa pakai untuk mandi dan minum.

Kami juga berterimakasih kepada Caritas karena membantu kami   dengan membuat lantai rumah kami sehingga bisa kami pakai dan kaki kami tidak kotor karena Lumpur dalam rumah kami. Kami juga di beri anak babi untuk dipelihara dan hasilnya kami jual menambah biaya hidup kami.Dan biaya sekolah kami juga dibantu dari Caritas .

Terimkasih kami ucapkan kepada semua Donatur yang telah memperhatikan kami semua” 

Zakheus Waruwu

“Nama saya  Zakheus . Saya tinggal di   desa   HIliana kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat Saya dilahirkan dengan tidak ada kaki. Dan kehidupan   kami sangat sederhana. Rumah kami terbuat dari atap   daun kelapa dan dinding papan. Saya tinggal bersama bapak,mama dan adik saya. Mereka sangat mencintai saya walaupun saya cacat. Saya ingin sekolah. Tapi tidak ada kursi roda dan tidak ada yang mengantar saya kesekolah. Karena jarak rumah kami jauh dari sekolah dan kami tidak ada sepeda motor. 

Zakheus dengan sepeda motor yang baru

Berkat dukungan donator saya di beri  kursi roda dan sepeda motor untuk mengantar saya kesekolah. Sekarang saya bisa sekolah. Terimakasih kepada Caritas dan ALMA yang telah berjuang untuk saya dan terimakasih untuk semua donatur yang telah membantu saya. Tuhan Yesus Memberkati.”

 

 

 

Damai Putra Jaya Lase

“Nama saya damai putra jaya lase, saya tinggal di desa so’onogeu kecamatan botomuzoi kabupaten nias. Saya tinggal di keluarga sederhana, pekerjaan orang tua saya petani. Sejak umur saya mulai bisa berjalan saya tidak bisa berbicara dan tidak bisa mendengar( bisu tuli ).

Dalam keseharian saya hanya bisa menggerakan tangan atau menunjuk sesuatu jika saya ingin berbicara dengan orang lain. Sekarang saya sudah menduduki bangku kelas 1 SD, setelah pulang sekolah saya membantu orang tua membersihkan kebun. Pada tahun 2015 caritas keuskupan sibolga membuat program-progam yang bermanfaat pengolahan pangan lokal dan penanaman tanaman muda kepada keluarga difable salah satunya di keluarga kami. Dengan program dari caritas ini keluarga kami belajar menanam sayur dan kami di kelurga pun merasa senang dengan program ini. Waktu terus berjalan haripun terus berganti berkat pembelajaran dari caritas kami sekeluarga menikmati hasil kerja keras selama ini, sayur yang telah kami tanam tumbuh dengan sehat dan berhasil sehingga kami melakukan panen sayur yang sungguh banyak.

Sayur yang telah di panen sebagian kami konsumsi untuk penambahan gizi bagi keluarga dan sebagian di jual untuk penambahan hasil ekonomi keluarga.

Selama kami berkerja hasil keringat kami terbayarkan sudah dan kami sangat berterima kasih kepada caritas yang telah membantu kami selama ini.Sekarang kami tetap melanjutkan penanaman sayur -sayur ….dan kami selalu berhasil….

Trimakasih CARITAS………!!!!!!!”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *